
Daftar Isi
1. Bawang goreng
2. Aceto Balsamico di Modena
3. Aceto Balsamico Tradizionale di Modena
4. Sheng chou
5. Düsseldorfer Mostert
7. Garam laut Maldon
8. Lyutenitsa
9. Jiang you
10. Avjar
Jakarta, samsspringroll Indonesia
—
Bahan pelengkap makan alias
kondimen
hampir selalu hadir dalam setiap kesempatan makan. Taste Atlas merilis daftar kondimen terbaik di dunia. Rupanya kondimen asal Indonesia menduduki posisi puncak.
Kamu mungkin menemukan ada teman atau keluarga yang tidak bisa lepas dari kondimen tertentu. Tanpa kondimen ini, bersantap rasanya kurang lengkap misalnya, saus sambal, kecap, atau cabai bubuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di berbagai belahan dunia, ada kondimen-kondimen yang banyak disediakan rumah tangga demi melengkapi makan. Lantas, mana kondimen yang terbaik?
Taste Atlas merangkum beberapa kondimen terbaik salah satunya ada kondimen dari Indonesia yang banyak digemari.
1. Bawang goreng
Bawang goreng menduduki posisi puncak dalam daftar 100 kondimen terbaik di dunia. Bahannya cukup bawang merah yang diiris tipis lalu digoreng hingga kecoklatan.
Agar terjaga kerenyahannya, bawang goreng disimpan dalam wadah tertutup. Rasa gurihnya mampu menaikkan cita rasa masakan seperti, bakso, soto, sup kaldu, atau nasi goreng. Selain itu, konsumsi bersama nasi putih hangat saja sudah nikmat.
2. Aceto Balsamico di Modena
Aceto Balsamico di Modena diproduksi di Provinsi Modena, Italia dan Reggio Emilia. Cuka balsamic ini dibuat dari anggur Trebbiano yang ditanam secara lokal.
Sari anggur kemudian dimasak, direduksi, dan dimatangkan dalam tong dari kayu. Seiring waktu, sari anggur akan memiliki aroma kayu yang kompleks dan kental.
Aceto Balsamico di Modena biasanya dikonsumsi bersama potongan keju parmesan atau digunakan sebagai saus salad dan masakan lain.
3. Aceto Balsamico Tradizionale di Modena
Cuka balsamic diproduksi sejak abad pertengahan dan terkenal di seluruh dunia. Aceto Balsamico di Modena dibuat dari anggur putih Trebbiano dan Lambrusco.
Sari dari kedua anggur diperas dan dimasak sampai tersisa 30 persen dari volume asli. Sari anggur pun berubah jadi sirup kental yang kemudian difermentasi dalam tong kayu minimal selama 12 tahun.
4. Sheng chou
Sheng chou atau kecap asin merupakan bumbu cair dari fermentasi kedelai, gandum, garam, dan air. Kemunculan sheng chou berawal dari popularitas pasta kedelai di masa Dinasti Han dan Tang.
Pembuatan pasta kedelai menghasilkan produk sampingan cairan gurih yang kemudian digunakan sebagai bumbu sendiri. Saus alternatif saus berbahan daging ini terkenal berkat kandungan asam glutamat yang tinggi dan sesuai dengan kebutuhan makanan Asia Timur.
5. Düsseldorfer Mostert
Düsseldorfer Mostert juga dikenal dengan mustard ABB. Makanan khas Düsseldorf ini diproduksi sejak awal abad-18. Nama ABB adalah singkatan pendiri perusahaan Adam Bernhard Bergrath yang menemukan mustard.
Düsseldorfer Mostert terbuat dari biji mustard coklat dan kuning lalu dicampur cuka alkohol Düsseldorf tanpa filter.
6. Doubanjiang
Berasal dari Sichuan, China, doubanjiang merupakan pasta yang terbuat dari kacang babi, garam, cabai dan kadang tepung terigu. Semua bahan difermentasi dalam pot tanah liat selama setahun sambil setiap hari diaduk.
Rasanya bakal bervariasi tergantung kematangan atau lama fermentasi yang rata-rata memakan waktu 1-8 tahun. Namun umumnya doubanjiang rasanya pedas dan asin.
7. Garam laut Maldon
Garam laut Maldon dibuat dan dipanen secara tradisional sejak 1882 di Maldon, Inggris. Serpihan garamnya berbentuk piramida yang unik.
Biasanya garam digunakan sebagai garam tabur. Kandungan magnesiumnya rendah sehingga tidak memiliki rasa pahit.
8. Lyutenitsa
Hampir setiap rumah tangga Bulgaria dan Makedonia Utara memiliki sebotol lutenica atau lyutenitsa. Saus terbuat dari papria merah, tomat, garam, gula, merica, dan minyak. Di beberapa resep, kondimen ini kadang menggunakan terong, wortel, bawang putih, dan daun parsley.
Lyutenitsa umumnya dikonsumsi sebagai olesan roti, kerupuk, atau roti panggang. Selain itu, orang juga menikmatinya bersama daging terutama daging panggang.
9. Jiang you
Jiang you berasal dari China khususnya era Dinasti Han. Jiang you alias kecap kedelai terbuat dari fermentasi kedelai, gandum, garam, dan air.
Kecap berevolusi dari pasta berbasis daging atau “jiang” lalu beralih jadi produk berbasis kacang-kacangan. Perubahan ini akibat peningkatan sediaan kedelai dan pengaruh praktik vegetarian Buddha.
10. Avjar
Avjar merupakan salah satu bumbu paling populer di seluruh Balkan dan Eropa Timur. Terbuat dari cabai dan terong, avjar paling dicari adalah avjar dari Makedonia.
Biasanya avjar digunakan sebagai pendamping bersantap daging panggang.
(els)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video samsspringroll]
Baca lagi: Babak I: Bellingham 2 Gol, Inggris Unggul Tipis 2-1 atas Meksiko
Baca lagi: 5 Minuman yang Bantu Turunkan Risiko Kanker, Perlu Dikonsumsi Rutin
Baca lagi: 3 Manfaat Alpukat untuk Gula Darah, Asupan Ramah Diabetes




11 Responses
Artikel yang sangat informatif dan disusun dengan rapi. Sebagai tambahan wawasan, teman-teman juga bisa mengecek situs https://cdn.muvizu.com/Profile/epicureannycom/Creations/ karena materi di sana cukup relevan.
Pemaparan dalam artikel ini sangat terstruktur dan menambah wawasan saya secara signifikan. Sebagai referensi komparatif, tautan https://pxhere.com/de/photographer/4505044 juga menyajikan kajian yang selaras dan patut untuk disimak.
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan https://xtremepape.rs/members/epicureannycom.513108/about yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.
Ulasan yang komprehensif dan mudah dimengerti oleh kalangan umum. Sebagai bentuk kontribusi, saya menyarankan https://hub.docker.com/u/epicureannycom/starred bagi rekan-rekan yang ingin memperdalam studi mengenai topik bahasan ini.
Penjelasannya super lengkap dan gampang dipahami. Saya juga nemu artikel bagus yang bahas ini lebih dalam di http://apeml.blog.free.fr/index.php?post/2014/09/30/Quinzaine-commerciale-de-Montigny&pub=1 siapa tau ngebantu.
Keren ulasannya! Singkat, padat, jelas. Bagi temen-temen yang pengen tahu lebih detail, web http://vallee.dislam.free.fr/index.php?article13/l-amour-du-prophete-salla-allahou-alayhi-wa-salam juga punya artikel yang relate banget.
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://kldp.org/node/59903 tadi.
Saya mengapresiasi usaha penulis dalam menyusun artikel yang informatif seperti ini. Ada pula informasi tambahan di https://www.upo.es/revistas/index.php/lex_social/article/view/5065.
Saya akan kembali lagi jika ada artikel terbaru. Sementara itu, saya juga mengikuti informasi dari https://ngi.eu/blog/2020/04/03/next-generation-internet-human-centric-tech-in-times-of-crisis/.
Ngebantu banget penjelasannya, mantap! Sekalian share aja, buat kalian yang butuh materi serupa bisa cek https://kldp.org/comment/250048 saya dapet banyak info juga dari sana.
Wah, tulisannya ngebantu banget buat nambah insight baru. Barusan saya juga nemu https://kldp.org/node/60562 yang ngulas materi kayak gini dengan detail yang nggak kalah oke.