7 Buah dan Sayuran yang Bikin Kulit Kencang Jika Dikonsumsi Rutin

Daftar Isi

Buah dan sayuran yang bikin kulit kencang

1. Paprika merah

2. Anggur

3. Wortel

4. Stroberi

5. Tomat

6. Blueberry

7. Brokoli

Jakarta, samsspringroll Indonesia

Kulit

butuh perawatan dari dalam lewat makanan yang kamu konsumsi. Berikut rekomendasi

buah

dan

sayuran

yang bikin kulit kencang jika dikonsumsi rutin.

Mungkin kamu sudah yakin produk perawatan kulit yang dipakai cukup membuat kulit sehat dan kencang. Namun perawatan kulit tak sekadar dari luar atau topikal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa pun yang kamu konsumsi dapat memengaruhi kondisi kulit. Jika kamu mengonsumsi pangan tinggi vitamin, mineral, dan antioksidan, niscaya kulit tetap segar dan awet muda.

Buah dan sayuran yang bikin kulit kencang

Studi menunjukkan pangan berbasis tumbuhan seperti sayuran buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan termasuk tinggi nutrisi untuk mendukung kesehatan kulit.

Berikut beberapa buah dan sayuran yang sebaiknya rutin dikonsumsi.

1. Paprika merah

Jeruk bukan satu-satunya pangan sumber vitamin C. Justru paprika merah mengandung vitamin C yang jumlahnya lebih tinggi daripada jeruk.

Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang membantu merangsang kolagen yakni, protein yang berguna untuk meningkatkan kelembapan dan elastisitas kulit.

Konsumsi paprika merah secara rutin bisa mengurangi kerutan kulit dan menjadikan kulit lebih halus. Selain itu, kandungan kapsantin yang membuat paprika berwarna merah dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari.

2. Anggur

Anggur mengandung resveratrol yang memiliki efek seperti estrogen. Resveratrol mampu memperlambat penuaan kulit dan membantu mencegah kemunculan bintik hitam.

Rutin mengonsumsi anggur juga menjauhkan dari risiko kanker kulit sebab resveratrol membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar ultraviolet.

3. Wortel

Masukkan wortel dalam menu harian jika ingin kulit sehat. Melansir dari

GoodRX

, wortel tinggi kandungan beta karoten yakni, antioksidan yang berubah jadi vitamin A.

Beta karoten membantu mencegah jerawat, mengurangi kerutan, dan melindungi dari sengatan sinar matahari.

Akan tetapi, konsumsi wortel tidak dalam jumlah berlebihan sebab sayuran ini dapat membuat kulit berwarna kuning-oranye (karotenemia).

4. Stroberi

Seperti paprika merah, stroberi tinggi kandungan vitamin C. Selain stroberi, vitamin C juga banyak terdapat pada buah-buahan sitrus dan kiwi.

Kamu bisa mengonsumsi buah-buahan ini secara bersamaan dalam olahan salad buah.

5. Tomat

Melansir dari Cleveland Clinic, tomat mengandung likopen yaitu jenis antioksidan yang membantu membuat kulit lebih halus.

6. Blueberry

Blueberry tinggi kandungan antosianin yakni jenis flavonoid yang diyakini mampu menekan pertumbuhan sel tumor dan meregulasi gula darah.

Blueberry dapat mencegah glikasi atau proses yang membuat kolagen dan jaringan elastis kulit menjadi kaku dan kehilangan kekencangannya.

7. Brokoli

Brokoli patut dimasukkan dalam menu harian sebab tinggi lutein. Lutein merupakan molekul yang melindungi kulit dari kekeringan dan kerutan akibat kerusakan oksidatif.

(els)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Jadwal ‘World Tour’ NPD Pekan Ini, Mulai 24 Juli

Baca lagi: Pemerintah Akan Revitalisasi SDN Tanggirejo Grobogan

Baca lagi: BRIN Temukan Spesies Baru Ikan Gobi Udang, Ini Keunikannya

3 Responses

  1. Penjelasan yang sangat menarik dan memberikan perspektif baru buat saya. Terima kasih banyak admin! Kebetulan saya juga nemu info serupa yang dibahas mendalam di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320543675_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297441916_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297539893_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297289339_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297133049_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320129065_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297314318_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296883726_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297266956_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297099185_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297422385_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297062887_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297256978_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297137983_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297533328_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297104409_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297374348_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297299967_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297020749_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320556779_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320593359_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320743614_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320480777_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320333750_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296956732_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320059738_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297519165_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320672786_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320383450_htm sebagai referensi tambahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: