
Jakarta, samsspringroll Indonesia
—
Frozen
yogurt
selama puluhan tahun dipromosikan sebagai pilihan yang lebih
sehat
dibandingkan es krim. Mulai dari klaim rendah lemak, lebih rendah kalori, hingga mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan usus, makanan penutup ini kerap menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menikmati camilan manis tanpa rasa bersalah.
Belakangan, popularitas frozen yogurt kembali meningkat. Gerai-gerai baru bermunculan, sementara media sosial dipenuhi video antrean panjang pembeli maupun resep frozen yogurt rumahan.
Namun, apakah frozen yogurt benar-benar lebih sehat daripada es krim? Para ahli gizi menilai jawabannya tidak sesederhana itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perbedaan utama keduanya terletak pada bahan baku dan kandungan lemak. Mengutip
CNA
, es krim umumnya dibuat dari susu atau krim dengan kadar lemak yang lebih tinggi. Sementara frozen yogurt menggunakan produk susu fermentasi, seperti yogurt, yang memberikan cita rasa sedikit asam khas hasil kerja bakteri baik.
Dari sisi kandungan lemak, frozen yogurt biasanya hanya mengandung sekitar 3-4 persen lemak, bahkan ada yang dibuat rendah lemak atau tanpa lemak sama sekali. Sebaliknya, es krim memiliki kandungan lemak yang lebih tinggi sehingga teksturnya lebih lembut dan rasanya lebih kaya.
Meski demikian, baik frozen yogurt maupun es krim kemasan umumnya termasuk makanan ultra-proses. Keduanya sering mengandung pemanis tambahan, seperti sirup jagung atau dekstrosa, serta bahan penstabil dan pengemulsi agar teksturnya tetap lembut dan tidak mudah membentuk kristal es.
Berbagai penelitian menunjukkan konsumsi makanan ultra-proses secara berlebihan berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan sejumlah penyakit kronis lainnya.
Lantas, mana yang lebih sehat?
Secara umum, frozen yogurt memang cenderung memiliki kalori dan lemak jenuh yang sedikit lebih rendah dibandingkan es krim. Namun, keunggulan tersebut belum tentu membuatnya menjadi pilihan yang lebih sehat. Untuk menyeimbangkan rasa asam dari yogurt, banyak produk frozen yogurt justru mengandung gula tambahan dalam jumlah lebih tinggi.
Selain itu, kebiasaan menambahkan topping seperti biskuit, brownies, saus cokelat, permen, atau remahan kue dapat membuat total kalori dan gula meningkat drastis. Pada akhirnya, selisih kalori antara frozen yogurt dan es krim bisa menjadi tidak berarti.
Artinya, manfaat yang diperoleh tidak hanya ditentukan oleh jenis pencuci mulut yang dipilih, tetapi juga oleh ukuran porsi dan tambahan topping yang digunakan.
Benarkah frozen yogurt mengandung probiotik?
Salah satu alasan frozen yogurt sering dianggap lebih sehat adalah karena berasal dari yogurt yang mengandung bakteri baik atau probiotik. Sejumlah penelitian memang menunjukkan bahwa konsumsi yogurt atau produk susu fermentasi yang mengandung kultur hidup dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, termasuk mengurangi keluhan seperti perut kembung, nyeri perut, hingga sembelit.
Namun, belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa manfaat tersebut juga berlaku pada semua frozen yogurt. Proses pembuatan dan pembekuan dapat memengaruhi jumlah bakteri hidup yang masih bertahan di dalam produk. Selain itu, tidak semua frozen yogurt memiliki kandungan kultur hidup dalam jumlah yang cukup untuk memberikan manfaat kesehatan.
Karena itu, jika tujuan utama Anda adalah memperoleh manfaat probiotik, yogurt tawar tanpa tambahan gula tetap menjadi pilihan yang lebih baik.
Makanya, para ahli sepakat bahwa tidak ada pemenang mutlak antara frozen yogurt dan es krim. Keduanya tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Yang lebih penting adalah memperhatikan frekuensi konsumsi, ukuran porsi, serta jumlah gula dan topping yang ditambahkan.
Jika sedang ingin menikmati es krim, tidak perlu memaksakan diri memilih frozen yogurt hanya karena dianggap lebih sehat. Sebab, rasa kurang puas justru bisa membuat seseorang makan lebih banyak pada akhirnya.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video samsspringroll]
Baca lagi: Asosiasi Advokat Harap RUU HPI Adaptif dengan Hukum Lintas Negara
Baca lagi: Iran Tak Beri Izin AS Nimbrung Kendalikan Selat Hormuz
Baca lagi: Harga Minyak Dunia Meledak 3 Persen Usai AS-Iran Kembali Saling Serang




6 Responses
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://kldp.org/comment/352152 di sana ulasannya lumayan ngebantu.
Ulasan komprehensif yang sangat edukatif buat khalayak luas. Makasih banyak atas pencerahannya admin! Sebagai pembanding data dari sumber lain, ada ringkasan materi serupa di https://www.chron.com/neighborhood/champions-klein/sports/article/Professional-Bull-Riders-news-updates-and-events-9443098.php
Penjelasannya terstruktur rapi dan alur pembahasannya gampang banget dipahami buat orang awam. Mantap abis min! Bagi yang butuh referensi bacaan tambahan, silakan kunjungi https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297287121_htm
Ulasan komprehensif yang sangat edukatif buat khalayak luas. Makasih banyak atas pencerahannya admin! Sebagai pembanding data dari sumber lain, ada ringkasan materi serupa di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320362690_htm
untung88 pusatnya main slot gacor thailand
Terima kasih banyak atas ilmunya admin, penjelasannya bener-bener daging semua. Oh ya, sekadar berbagi sumber referensi lain yang relevan, tautan https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320143244_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297325919_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297438237_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320013026_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320372806_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320659938_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297172361_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297350872_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297526917_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320096702_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297183962_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320102729_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297544126_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320534534_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320286686_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320081124_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320221466_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297290544_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320606165_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320658453_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297236208_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320252984_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320546135_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297454039_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320261725_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297210298_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320637579_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320175743_htm
https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296926845_htm ini layak dikunjungi.