Kandungan Kafein Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Tinggi?

Jakarta, samsspringroll Indonesia

Banyak orang mengandalkan minuman berkafein untuk membantu meningkatkan energi dan fokus selama beraktivitas.

Di antara berbagai pilihan yang tersedia,

kopi

dan matcha menjadi minuman yang paling populer. Lalu, kandungan kafein

matcha

vs kopi, mana yang lebih tinggi?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sama-sama mengandung kafein, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dalam cara memberikan efek pada tubuh. Selain itu, proses pembuatan, kandungan nutrisi, hingga manfaat kesehatannya pun tidak sama.

Kopi sering menjadi pilihan utama untuk dorongan energi instan, sementara matcha dikenal memberikan energi yang lebih stabil dan bertahan lebih lama. Perbedaan ini membuat banyak orang tertarik memahami keunggulan masing-masing minuman.

Lalu, sebenarnya mana yang memiliki kadar kafein lebih tinggi? Ini penjelasan kandungan kafein matcha vs kopi, dihimpun dari

Medical News Today

dan sumber lainnya.

Kandungan kafein matcha vs kopi

Matcha merupakan teh hijau bubuk yang dibuat dari daun tanaman

Camellia sinensis

yang ditanam dengan metode khusus. Sebelum dipanen, tanaman matcha ditutupi dari sinar matahari selama beberapa minggu.

Teknik ini meningkatkan produksi klorofil, asam amino, serta kadar kafein pada daun teh. Berbeda dengan teh hijau biasa yang hanya diseduh, matcha dikonsumsi dengan cara mencampurkan bubuk daun teh langsung ke dalam air.

Karena seluruh bagian daun ikut dikonsumsi, kandungan nutrisi dan kafein yang masuk ke tubuh menjadi lebih tinggi. Secara umum, matcha mengandung sekitar 19-44 mg kafein per gram bubuk.

Jika satu sajian menggunakan 2 gram bubuk matcha, maka kandungan kafeinnya berkisar antara 38-88 mg per cangkir. Pada penyajian yang lebih kuat dengan 4 gram bubuk, kadar kafein dapat mencapai sekitar 75-178 mg per cangkir.

Sementara itu, biji kopi mengandung sekitar 10-12 mg kafein per gram. Namun, satu cangkir kopi umumnya dibuat menggunakan 7-10 gram bubuk kopi.

Karena jumlah bahan yang digunakan lebih banyak, rata-rata secangkir kopi mengandung sekitar 95 mg kafein atau bahkan lebih, tergantung jenis biji kopi dan metode penyeduhannya.

Berdasarkan rata-rata penyajian, kopi biasanya memiliki kandungan kafein lebih tinggi dibandingkan matcha. Namun jika dibandingkan per gram bahan baku, matcha justru mengandung lebih banyak kafein daripada biji kopi.

Meski demikian, efek kafein yang dirasakan tidak hanya ditentukan oleh jumlahnya. Matcha mengandung

L-theanine

, yaitu asam amino yang membantu memberikan efek relaksasi sekaligus meningkatkan konsentrasi.

Kombinasi antara kafein dan

L-theanine

membuat energi dari matcha dilepaskan secara lebih bertahap. Sebaliknya, kafein pada kopi diserap tubuh dengan lebih cepat sehingga menghasilkan lonjakan energi yang terasa hampir seketika.

Inilah alasan mengapa banyak orang memilih kopi sebagai minuman untuk mengatasi rasa kantuk di pagi hari. Namun, pelepasan energi yang cepat tersebut juga dapat diikuti dengan penurunan energi beberapa jam kemudian.

Nah

, itulah perbandingan kandungan kafein matcha vs kopi. Dengan memahami karakteristik keduanya, Anda dapat memilih minuman yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan harian.

(gas/fef)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video samsspringroll]

Baca lagi: Jung Kyung-ho dan Sooyoung SNSD Putus setelah 14 Tahun Pacaran

Baca lagi: Veda Ega usai Finis 16 di Moto3 Hungaria: Benar-benar Balapan Berat

Baca lagi: Gempa M7,8 Filipina, Pakar Sorot ‘Megathrust yang Terlupakan’

17 Responses

  1. Jangan cuma jadi penonton, segera daftar situs judi slot online terpercaya INDOJOKER88 LINK dengan layanan cepat, permainan lengkap, dan bonus harian yang bikin saldo makin bertambah.

  2. Saatnya coba link gacor NONA88 paling hits yang lagi ramai dibicarakan karena punya banyak game favorit, jackpot melimpah, dan promo spesial setiap hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: