Lagi ‘Cutting Sugar’? Cek Gula Tersembunyi Ini di Produk Favoritmu

Daftar Isi

Gula ‘tersembunyi’ pada makanan dan minuman

1. Sukrosa

2. High fructose corn syrup (HFCS)

3. Agave nectar

4. Pemanis dengan glukosa dan fruktosa

5. Pemanis dengan glukosa

6. Pemanis dengan fruktosa

7. Jenis gula lainnya

Jakarta, samsspringroll Indonesia

Beberapa orang sedang mencoba

cutting sugar

alias memangkas konsumsi

gula

harian. Apa kamu juga sedang mengurangi gula? Sebaiknya cek gula-gula ‘tersembunyi’ pada produk yang biasa kamu beli.

Gula sebenarnya bukan ‘musuh’. Namun saat konsumsinya berlebihan, kamu patut waspada akan sejumlah masalah kesehatan termasuk diabetes.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian orang mulai sadar akan konsumsi gula sehingga lebih teliti dalam membeli makanan dan minuman kemasan. Tabel nutrisi tidak luput dari pengecekan.

Gula ‘tersembunyi’ pada makanan dan minuman

Pada kemasan, biasanya dicantumkan gula total (

total sugar

) dan gula tambahan (

added sugar

). Melansir dari laman

FDA

, gula total mencakup gula alami pada bahan pangan dan gula tambahan pada produk.

Sementara itu, gula tambahan mencakup gula yang ditambahkan selama pemrosesan makanan, makanan yang dikemas sebagai pemanis, gula dari sirup dan madu, serta jus buah dan konsentrasi sayuran. Gula tambahan tidak termasuk gula alami pada bahan pangan.

Kamu perlu waspada akan gula tambahan. Pasalnya, gula tambahan tidak selalu diberi istilah ‘sugar’ atau ‘glucose’.

Melansir dari

Healthline

, berikut deret gula tersembunyi pada makanan dan minuman.

1. Sukrosa

Sukrosa termasuk jenis gula yang paling umum. Sukrosa diekstrak dari tebu atau sugar beet. Gula ini terdiri dari 50 persen glukosa dan 50 persen fruktosa. Kamu bisa menemukannya pada es krim, permen, biskuit, soda, jus buah, buah kalengan, dan saus tomat.

2.

High fructose corn syrup

(HFCS)

Sirup jagung fruktosa tnggi merupakan pemanis yang paling banyak digunakan di AS. Diproduksi dari pati jagung, HFCS terdiri dari fruktosa dan glukosa.

HFCS banyak terdapat pada soda, roti, kue kering, permen, kue, dan es krim.

3.

Agave nectar

Disebut sirup agave, pemanis ini dihasilkan dari tanaman agave. Umumnya nektar agave digunakan sebagai alternatif ‘sehat’ untuk gula sebab tidak meningkatkan kadar gula darah sebanyak jenis gula lain.

Akan tetapi yang perlu diingat, nektar agave mengandung 70-90 persen fruktosa dan 10-30 persen glukosa.

4. Pemanis dengan glukosa dan fruktosa

Sebagian gula dan pemanis tambahan mengandung glukosa dan fruktosa. Jika menemukan istilah-istilah berikut pada produk kemasan, bisa dipastikan ini adalah gula tambahan.

Beet sugar

Buttered syrup

Fruit juice concentrate

Honey

Maple syrup

Molasses

Rapadura

Sucanat

5. Pemanis dengan glukosa

Jenis pemanis tambahan ini mengandung glukosa murni atau glukosa yang dikombinasikan dengan gula selain fruktosa. Gula lain ini bisa termasuk galaktosa.

Barley malt

Dextrin

Dextrose

Diastatic malt

Ethyl maltol

Maltodextrin

Maltose

6. Pemanis dengan fruktosa

Jenis pemanis ini hanya mengandung fruktosa seperti

crystalline fructose

dan

fructose

.

7. Jenis gula lainnya

Beberapa gula tambahan tidak mengandung baik glukosa maupun fruktosa. Kadang gula jenis tidak kurang manis dan tidak umum digunakan seperti D-ribosa dan galaktosa.

(els)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video samsspringroll]

Baca lagi: Serunya Booth Sido Muncul C+Collagen, 2 Weeks Challenge Curi Perhatian

Baca lagi: Ini Spesifikasi Mesin Mobil Boleh Diisi Pertalite

Baca lagi: Bobby Nasution Larang ASN dan Pegawai BUMD Sumut Pakai Vape

22 Responses

  1. Artikel ini cukup menarik karena pembahasannya mudah dipahami dan informasinya tersusun dengan rapi. Saya jadi mendapatkan beberapa wawasan baru yang sebelumnya belum saya ketahui. Mungkin ke depannya bisa ditambahkan lebih banyak contoh kasus atau pembahasan yang lebih mendalam agar pembaca semakin mudah memahami topiknya. Kebetulan saya juga menemukan referensi lain yang membahas tema serupa di ultra ruby, sehingga bisa menjadi tambahan bacaan bagi siapa pun yang ingin mempelajari topik ini dari sudut pandang yang berbeda. Terima kasih sudah membagikan artikel yang bermanfaat, semoga semakin banyak konten berkualitas seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: